Fungsi Uang Menurut Para Ahli Ekonomi Secara

Fungsi Uang Menurut Para Ahli Ekonomi Secara

Fungsi Uang Menurut Para Ahli Ekonomi Secara

Pada ilmu ekonomi modern uang di artikan sebagai sesuatu yang ada dan bersedia secara umum diterima sebagai alat tukar atau membayaran untuk pembelian barang dan jasa serta properti berharga lainnya dan untuk pembayaran ahli hutang.Beberapa juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat menunda pembayaran. Pada ilmu ekonomi tradisional uang didefinisikan sebagai sebuah alat tukar yang bisa diterima publik/secara umum. Sebuah alat tukar (benda) yang dapat diterima oleh semua orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Fungsi Uang Menurut Para Ahli

Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, serta untuk menghindari perdagangan dengan barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibagi menjadi dua: fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi Asli ada 3 :

  1. Uang berfungsi sebagai alat tukar atau alat tukar yang dapat memfasilitasi pertukaran. Orang-orang yang akan bertukar tidak perlu menukar barang, tetapi hanya menggunakan uang sebagai alat tukar.
  2. Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukkan nilai berbagai barang / jasa yang dibeli dan dijual, menunjukkan jumlah kekayaan, dan menghitung ukuran pinjaman.
  3. Selain itu, uang berfungsi sebagai penyimpan nilai (pertukaran) karena dapat digunakan untuk mentransfer daya beli dari masa sekarang ke masa depan.

Fungsi turunan ada 5 :

  1. Uang sebagai alat pembayaran yang sah.
  2. Uang sebagai alat pembayaran utang
  3. Uang sebagai alat penimbun kekayaan
  4. Uang sebagai alat pemindah kekayaan
  5. Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi

Syarat-syarat Uang

Sebuah objek dapat digunakan sebagai “uang” jika objek telah memenuhi kondisi tertentu. Pertama, harus berlaku umum (penerimaan). Dalam rangka untuk diakui sebagai alat tukar obyek umum harus memiliki skor yang tinggi, atau setidaknya keberadaannya dijamin oleh pemerintah yang berkuasa.

Bahan yang digunakan sebagai uang juga harus tahan lama (daya tahan), cenderung kualitas yang sama (keseragaman), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak mudah dipalsukan (kelangkaan). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah untuk berbagi tanpa mengurangi nilai (split), dan memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (value stabil).

Sumber : https://filehippo.co.id/