HUBUNGAN ISTIMEWA

Table of Contents

HUBUNGAN ISTIMEWA

HUBUNGAN ISTIMEWA

HUBUNGAN ISTIMEWA

Norma Petugas Dinas Luar Asuransi, Distributor MLM/Direct Selling

  1. Petugas dinas luar asuransi = norma untuk pekerjaan bebas bidang profesi lainnya

1) 10 ibukota provinsi = 50%

2) Kota provinsi lainnya = 47,5 %

3) Daerah lainnya = 45%

  1. Distributor perusahaan MLM/direct selling diklasifikasikan menjadi 2 jenis :

1) penghasilan atas penjualan barang = norma untuk Pedagang eceran barang hasil indistri pengolahan.

  1. a) 10 ibukota provinsi = 30%
  2. b) Kota provinsi lainnya = 25 %
  3. c) Daerah lainnya = 20%

2) penghasilan atas pengembangan jaringan : Pekerjaan bebas bidang profesi lainnya.

  1. a) 10 ibukota provinsi = 50%
  2. b) Kota provinsi lainnya = 47,5 %
  3. c) Daerah lainnya = 45%

NB: Yang dimaksud 10 ibukota provinsi: Medan, Jakarta, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Manado, Makassar, Denpasar, Pontianak. Kota propinsi lainnya adalah ibukota provinsi selain 10 yang disebutkan. Daerah lainnya adalah daerah selain yang dimaksud diatas.

HUBUNGAN ISTIMEWA

Dalam Undang-undang Pajak Penghasilan Indonesia dikenal adanya hubungan istimewa di antara Wajib Pajak. Berdasarkan ketentuan Pasal 18 ayat (4) Undang-undang Pajak Penghasilan Hubungan istimewa dianggap ada apabila :

  1. Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada Wajib Pajak lain, atau hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada dua Wajib Pajak atau lebih, demikian pula hubungan antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir; atau
  2. Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib Pajak berada di bawah penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung; atau
  3. terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan atau ke samping satu derajat.

Baca Juga :