Komponen Liabilities Bank

Table of Contents

Komponen Liabilities Bank

Komponen Liabilities Bank

Komponen Liabilities Bank

  1. Deposits (A)

Dana yang diproleh bank, yang bersumber dari produk simpanan bank yaitu : Tabungan , Giro dan Deposito. Produk simpanan bank yang terbagi menjadi 3 jenis tersebut adalah bermaksud untuk menyesuaikan kepada kebutuhan masyarakat, adapaun secara umun salah satunya adalah cara penarikan dan waktu, berbeda dengan produk Giro dan Tabungan, produk Deposito dalam hal ini tidak dapat ditarik sewaktu-waktu, umumnya dapat di carik setelah 1,3,6, atau 12 bulan masa penempatan di bank. Menurut fungsinya juga berbeda yakni :

  1. Tabungan umumnya dipergunakan untut transaksi rumah tangga sehari-hari yang

    nilai transaksinya relatif kecil dibandingkan dengan Giro dan Deposito. Penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dan mengacu kepada peraturan masing-masing bank yang bersangkutan.

  1. Giro, menurut fungsinya sendiri adalah digunakan untuk kebutuhan transaksi

     usaha/bisnis, cara penarikannya pun dapat dilakukan sewaktu-waktu.

  1. Deposito, produk ini umumnya digunakan untuk investasi jangka pendek, karenamenawarkan nilai bunga yang relatif lebih besar dari produk simpanan Giro dan Tabungan.

Dalam pengelolaan dana simpanan masyarakat, bank juga wajib berkerjasama dengan LPS (lembaga Penjamin Simpanan) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66 tahun 2008 tentang besaran nilai simpanan yang dijamin LPS yaitu paling banyak sebesar Rp 2.000.000.000 (dua milyar rupiah) hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi dampak dari krisis keuangan global.

  1. Deposits (B)

Dana yang diterima oleh bank yang bersumber dari non masyarakat (pemerintah atau lembaga lainnya) yang pengelolaannya juga dapat di gunakan dalam bentuk kredit. Contohnya seperti KLBI (kredit likuiditas Bank Indonesia, kredit  Holdings, Obigasi dan lain-lain.

III.                Capital

Modal dari pemilik yang disertakan kedalam bank, yang juga digunakan sebagai salah satu tolok ukur tingkat kesehatan bank.

Dalam pengelolaan bisnis bank tidak terlepas dari peran lembaga lain khususnya Bank Indonesi sebagai alat pemerintah yang bertanggun jawab sebagai pengawas dan pelaksana Undang –undang. Berikut adalah beberapa lembaga keuangan yang terkait dengan industri perbankan, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), LPS (lembaga Penjamin Simpanan), PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) , Lembaga Kliring (yang saat ini dilakukan oleh Bank Indonesia) yang bertugas untuk mengatur tata cara dan menyelenggarakan kliring atas cek dan surat-surat beharga ( wesel, surat utang atau bentuk lain

Sumber : https://belinda-carlisle.com/