Medan Magnet di Bintang Vega

Medan Magnet di Bintang Vega

Medan Magnet di Bintang Vega

Vega merupakan

bintang yang sangat terkenal di kalangan astronom profesional dan amatir. Bintang ini terletak di rasi Lyra, dan berjarak sekitar 26 tahun cahaya dari Bumi. Vega merupakan bintang kelima paling terang di langit malam dan menjadi bintang palin terang kedua di langit belahan utara. Selama ini Vega juga sering digunakan sebagai referensi dalam membandingkan kecemerlangan bintang.

 

Vega sendiri berotasi sangat cepat

di banding dengan matahari yaitu kurang dari sehari dimana Matahari berotasi selama 27 hari. Karena rotasinya yang sangat cepat menyebabkan terjadinya gaya sentrifugal yang kuat yaitu gaya yang arahnya keluar dan terjadi pada benda yang bergerak pada bidang lengkung. Karena rotasinya yang sangat cepat, dapat memipihkan kutubnya dan menghasilkan temperatur yang bervariasi sampai melebihi 1000 derajat celcius di antara kutub tersebut dan area ekuator permukaan. Vega juga dikelilingi oleh piringan debu yang tidak homogen, hal ini mengindikasikan mungkin ada planet di sana.

 

Kali ini, para astronom menganalisa polarisasi

cahaya yang dipancarkan dan mendeteksi medan magnet lemah di permukaannya. Memang bukan sebuah kejutan karena diketahui gerakan partikel-partikel bermuatan di dalam bintang dapat menimbulkan medan magnet dan dengan cara inilah medan magnet Matahari dan bumi dihasilkan. Namun untuk bintang yang lebih padat dari Matahari seperti Vega, model teoretik tidak dapat memprediksikan intensitas dan struktur medan magnetnya. hal ini menjadikan para astronom tidak memiliki petunjuk terhadap kekuatan sinyal yang sedang mereka cari tersebut. Setelah percobaan yang gagal selama beberapa dekade lalu, dengan menggunakan NARVAL spectropolarimeter bersensitivitas tinggi yang dipasang di teleskop Bernard-Lyot (Observatorium Pic du Midi, Perancis), akhirnya sebuah keberhasilan dapat dicapai dan medan magnet di bintang Vega untuk pertama kalinya berhasil dideteksi.

 

Kekuatan medan magnet Vega berkisar 50 mikro-tesla

hal ini menunjukan kekuatan yang setara dengan rata-rata medan magnet antara Bumi dan Matahari. Tujuan pertama dari peneitian ini adalah untuk membuka jalan dalam melakukan studi asal usul medan magnet di bintang padat.

Medan magnet memang ada namun belum terdeteksi di banyak bintang lain. Dari penemuan ini para ilmuwan yakin dapat menjadikannya sebagi langkah kunci dalam memahami medan magnet bintang dan pengaruhnya dalam evolusi bintang tersebut.

Baca Juga :