Mendistribusikan Subsistem dari Aplikasi

Mendistribusikan Subsistem dari Aplikasi

Mendistribusikan Subsistem dari Aplikasi

Mendistribusikan Subsistem dari Aplikasi

Pedoman untuk Mendistribusikan Subsistem dari Aplikasi
Presentation / Interaction subsitem terletak di client . Ketersediaan PC , lingkungan windows dan kekuatan kopmuter dibutuhkan oleh gui untuk membuat pendekatan ini efektif dalam hal biaya .
Jika database di share oleh beberapa user yang terhubung dengan LAN , maka database ditaruh di server . DBMS dan kemampuan akses database juga ditaruh di server bersamaan dengan fisik database
Data statis yang digunakan sebagai referensi terletak di client . Peletakan data dekat dengan user meminimalisir trafik jaringan yang tidak perlu.
Analisis Pemodelan
Kebutuhan aktifitas pemodelan untuk sistem c/s sedikit berbeda dari metode pemodelan yang diaplikasikan ke arsitektur komputer konvensional .Oleh karena itu prinsip dasar analaisis dan metodologi pemodelan dapat diterapkan di software c/s . Dengan catatan , bahwa kebanyakan sistem c/s yang modern menggunakan komponen yang reusable .
Karena analisis pemodelan menghindari spesifikasi dari detail implementasi , maka isu – isu yang berkaitan dengan alokasi komponen ke klien dan server hanya berupa desain .
Desain arsitektur untuk sistem client/server
Desain arsitektur dari c/s seringkali dinyatakan sebagai communicating processes style :
Tujuannya adalah untuk mencapai qualitas kestabilan . Sebuah server ada untuk melayani satu atau lebih client untuk kebutuhan penyediaan data . Yang mana terletak di jaringan . Client mengorganisasi panggilan ke server , yang bekerja secara asynchronous ataupun synchronous . Jika server bekerja secara synchronous , maka akan ia akan mengembalikan control ke client bersamaan dengan dengan pengembailan data . Jika server bekerja secara asynchronously , maka hanya akan mengembalikan data (Tanpa kontrol ) ke Client .
Pendekatan Desain Konvensional untuk software Aplikasi
Di sistem c/s , DFD dapat digunakan untuk membangun system scope , mengidentifikasi fungsi high-level , menentukan area data , membolehkan dekomposisi dari high-level function . tetapi , biarbagaimanapun dekomposisi hanya berhenti pada proses bisnis awal , dan tidak berlanjut sampe ke level proses yang lebih kecil .
Di konteks c/s , sebuah Elementary business process (EBP) – Proses bisnis awal , didefinisikan sebagai satu set tugas yang di lakukan tanpa henti oleh satu user pada client . Tugas tersebut dilakukan sekaligus atau tidak sama sekali .
ERD juga bias digunakan untuk memperluas role . ERD dapat digunakan untuk mendokompisi subject data area ( data stores) lebih lanjit dari DFD untuk membangun high-level view dari database yang akan diimplemtasikan dengan RDBMS .
Desain Database
Sebuah RDBMS dapat dijadikan sebagai solusi untuk desain database . RDBMS dapat mendistribusikan data dengan mudah lewat SQL . keuntungan SQL dsebagai aristektur c/s adalah “nonnavigational” . Di dalam RDBMS , tipe data dapat dispesifikan dengan menggunakan SQL , tanpa menggunakan informasi navigational . implikasi dari hal ini adlah RDMBS harus handal dalam memilihara lokasi dari data dan kapabel dalam mendefinisikan jalur terbaik untuk hal itu . Dalam database system yang kurang handal , request untuk data , harus mengindikasikan apa yang harus diakses , dan dimana harus mengakses data tersebut . Harus dicatat , bahwa distribusi data dan teknik memanaje tersedia untuk desainer , antara lain :
· Manual extract : User diperbolehkan untuk mengcopy secara manual data yang diinginkan dari server ke client . Pendekatan ini sangat berguna apabila data statis diperlukan dan kontrol dari pengekstrakan dapat dihandle oleh user .
· Snapshot : teknik ini mengotomatisasi manual extract dengan menentukan sebuah “snapshot” dari data yang harus di transfer dari server ke client pada interval yang telah ditentukan . Pendekatan ini sangat berguna untuk mendistribusikan data statis yang jarang diupdate .
· Replication : teknik ini dapat digunakan apabila banyak kopi dari data harus dijaga pada situs yang berbeda (contoh : antara server yang berbeda atau antara client dan server) , disini level kompleksitas meningkat karena konsistensi data , update , keamanan , dan pemrosean harus di koordinasi pada banyak situs .
· Fragmentation : Pada pendekatan ini , sistem database di fragmentasi lewat beberapa mesin . Walaupun sangat menggiurkan dalam teori , namun fragmentation sangat sulit diimplementasikan dan jarang ditemui .
Overview dari pendekatan desain
Langkah untuk mendesain sebuah proses bisni s awal (EBP – Elementary Business Process) yang mengombinasikan elemen dari desain konvesional dengan element dari object oriented desain . Dengan asumsi bahwa requirement model yang mendefinisikan objek bisnis telah dibuat dan diperbaharui lebih dulu dari pendesainan EBP .
Langkah – langkah berikut ini untuk membuat desain :
1. Untuk setiap proses bisnis , identifikasikan file yang akan dibuat , di update , dan direferensi , atau dihapus
2. Gunakan file yang didapat dari langkah 1 sebagai basis untuk mendefinisikan komponen atau objek
3. Untuk setiap komponen , gunanakan business rule an informasi objek bisnis lain yang telah di buat untuk file yang bersangkutan .
4. Tentukan rule yang relevan dengan proses dan dekomposisi rule tersebut ke level method .
5. Jika diperlukan , tentukan komponen tambahan lainnya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan method yang akan di buat di pada step 4
Iterasi proses desain

Baca Juga :