Revitalisasi SMK Maksimalkan Pelibatan Dunia Industri

Revitalisasi SMK Maksimalkan Pelibatan Dunia Industri

Revitalisasi SMK Maksimalkan Pelibatan Dunia Industri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, sejumlah strategi digelar demi memaksimalkan upaya revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK). Di antaranya, meningkatkan kualitas kerja sama dengan dunia industri.

“Revitalisasi SMK dimulai dari mengedepankan strategi baru, yakni dengan menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinasi Perekonomian. Kami mengubah pola dari supply side jadi demand side yang diwujudkan dalam penyusunan kurikulum dan penyiapan tenaga kerja. Ini tidak seperti sebelumnya,” kata Muhadjir di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, dengan dilibatkannya dunia industri dalam rangka revitalisasi SMK,

kini sudah sebanyak 40 persen siswa berada di dunia industri dan usaha.

Terkait program itu pula, Mendikbud memaparkan, telah dibuat sebanyak 540 techno park. Itu merupakan tempat untuk berproduksi dengan memakai standar industri  yang ada.

“Sehingga, praktik siswa SMK itu sudah terstandar dan diharapkan hasil produksi mereka

kelak juga langsung bisa dipasarkan,” ujar dia.

Dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan dunia industri tersebut, Mendikbud membeberkan, saat ini telah ada 239 SMK Kemaritiman, 279 SMK Pertanian, dan 136 SMK Pariwisata.

Disebutkan Mendikbud, Indonesia Pinter merupakan salah satu program unggulan dalam Kabinet Kerja. Program itu, digelar dalam rangka memperluas akses peserta didik untuk mendapatkan pendidikan, baik dijalur formal dan nonformal.

Dijelaskannya, pada 2015 untuk tingkat sekolah dasar (SD) sudah sebanyak 10,8 juta anak

yang memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sedangkan pada 2016, sebanyak 10,9 juta. Pada 2017, ada sebanyak 10,4 juta.

“Dan pada 2018 sebanyak 7 juta dan November akan kembali dilakukan pembagian untuk tahap ketiga KIP. Sejauh ini, total KIP yang telah tersalurkan sebesar Rp35.740.676.660.000 dengan fokus mekanisme penyaluran, dari semula kartu biasa, menjadi sekarang sudah 70 persen cashless. Jadi bisa juga dipakai untuk ATM, sehingga bisa diambil langsung sewaktu-waktu sesuai kebutuhan,” tutur dia.

 

Baca Juga :